Month: July 2010

Simbolisme

Gagasan dan emosi terkadang tampak nyata. Padahal, sejatinya kedua hal tersebut tidak dapat dilihat, bahkan sulit dilukiskan. Salah satu cara untuk menampilkan kedua hal tersebut agar tampak nyata adalah melalui simbol. Simbol berwujud detail-detail konkret dan faktual serta memiliki kemampuan untuk memunculkan gagasan dan emosi dalam pikiran pembaca. Dengan hal tersebut, pengarang dapat membuat maknanya […]

Puisi dan Pemusikalisasian

Berbagai pendapat menyuguhkan batasan-batasan puisi. Batasan-batasan itu ada yang menghubungkan dengan struktur fisiknya atau struktur batinnya saja. Namun, ada juga yang memberikan batasan meliputi kedua struktur tersebut. Richards (1976: 129-225) menyebutkan bahwa hakikat puisi menggantikan bentuk batin (isi puisi) dan metode puisi menggantikan bentuk fisik puisi. Bentuk batin meliputi perasaan (feeling), tema (sense), nada (tone), […]

Pemanfaatan Tokoh-tokoh Pewayangan dalam Puisi Indonesia

Pada era tahun 1980-an atau era Orde Baru, para seniman, khususnya penyair tidak bisa bebas mengekspresikan ide atau pikiran mereka. Hal itu disebabkan ketakutan para penyair terhadap pembreidelan atau pencekalan yang dilakukan oleh pemerintah. Pemasungan terhadap kebebasan berekspresi itu mendorong penyair untuk menemukan pengucapan yang “aman” dalam melontarkan kritik terhadap situasi sosial politik melalui karya […]

Kritik Sastra

Pengertian kritik (sastra) berasal dari kata krites (Yunani Kuno) yang berarti hakim. Kata krites sendiri semula berasal dari krinein yang berarti ‘menghakimi’. Kritikos pada mulanya digunakan pada kaum Pergamon pimpinan Crates untuk membedakannya dengan kaum ahli tata bahasa (bahasawan) atau kaum grammatikos pimpinan Aristarcos di Alexandria. Pada abad II M istilah kritikos digunakan searti dengan […]

Bahasa Sastra Kitab

Sejak Islam masuk ke Jawa, masuk pula kitab-kitab yang berisi ajaran Islam. Kitab-kitab tersebut banyak dikembangkan di pesantren-pesantren. Awal mulanya kitab-kitab itu berbahasa Arab sebagaimana asalnya. Dengan pertimbangan agar ajaran-ajaran itu lebih mudah dipelajari masyarakat luas, kitab-kitab itu mulai diterjemahkan ke dalam bahasa Jawa. Akan tetapi, jika dicermati, penggunaan bahasa Jawa itu memiliki kekhasan tersendiri. […]

Penulisan Huruf Arab dengan Huruf Latin

Sering ditemukan permasalahan penulisan bahasa asing ke dalam sistem penulisan bahasa Indonesia. Seperti yang telah diketahui, sistem penulisan bahasa Indonesia menggunakan huruf Latin. Penulisan dengan menggunakan huruf latin pada bahasa Arab merupakan permasalahan yang sering dihadapi masyarakat kita. Hal ini disebabkan adanya perbedaan sistem penulisan yang dilatarbelakangi oleh perbedaan abjad dan pelafalan bahasa Arab dan […]

Tidak Melayani Sumbangan atau Tidak Melayani Permintaan Sumbangan?

Saat ini banyak cara dilakukan oleh orang per orang atau lembaga sosial untuk mencari sumbangan. Misalnya, seseorang berdiri di depan ATM (anjungan tunai mandiri) untuk meminta sumbangan dengan menyodorkan amplop berlogo lembaga sosial tertentu.  Ada juga cara menarik sumbangan dengan mobil berkeliling dari kampung ke kampung. Mobil berpengeras suara itu mengatasnamakan sebuah lembaga di luar […]

Kata Sudah dan Telah

Kata sudah dan telah secara sepintas menunjukkan suatu kesamaan atau bersinonim, tetapi berbeda dalam penggunaannya. Kata sudah dapat menggantikan kata telah, tetapi kata telah belum tentu dapat menggantikan kata sudah. Penggunaan kedua kata tersebut dapat disimak pada contoh berikut ini. 1a) Sudah saya katakan bahwa penyakit itu berbahaya.   b) Telah saya katakan bahwa penyakit […]

Pemakaian Kata Dan

Dan adalah kata penghubung yang berfungsi menghubungkan kata, frasa, atau klausa. Sebagai penghubung kata dengan kata, contohnya saya dan kamu; makan dan minum. Sebagai penghubung frasa dengan frasa, contohnya kereta api cepat dan bus malam cepat semuanya sudah penuh. Sementara itu, sebagai penghubung klausa dengan klausa, contohnya setiap pagi ia bangun pukul 04.00 dan setiap […]

Mengenyam, Mengunyah, dan Memakan

Secara sekilas kata mengenyam, mengunyah, dan memakan memiliki persamaan makna. Ketiganya merupakan kegiatan yang berhubungan dengan mulut dan makanan. Bila kita cermati, ketiga kata tersebut memiliki perbedaan makna. Kata Mengenyam dibentuk dari kata dasar kenyam. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (2005: 545)  kenyam memiliki dua makna. Pertama, ‘mengecap’ (makanan dst.) Contoh: (1)   Nenek belum pernah […]

Scroll to top