Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah Tetapkan 58 Naskah Terpilih Lomba Buku Cerita Anak Dwibahasa Jawa-Indonesia

Share link

Endang Muhammad Ramdan

Kabupaten Semarang, balaibahasajateng.kemendikdasmen.go.id—Sebanyak 58 naskah terbaik berhasil lolos seleksi dalam Lomba Buku Cerita Anak Dwibahasa Jawa–Indonesia yang diselenggarakan oleh Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah (BBP Jateng). Karya-karya tersebut terpilih setelah melalui proses penilaian dan kurasi yang ketat terhadap 296 naskah yang dikirimkan oleh para penulis dari berbagai daerah di Jawa Tengah. Naskah terpilih selanjutnya akan diterbitkan sebagai bahan bacaan anak yang berkualitas, sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat budaya literasi dan melestarikan bahasa Jawa sejak usia dini.

Besarnya jumlah naskah yang masuk mencerminkan tingginya antusiasme masyarakat dalam menghadirkan bacaan anak berbahasa Jawa yang menarik dan relevan dengan perkembangan zaman. Dari ratusan naskah yang diterima, para kurator melakukan penilaian secara menyeluruh dengan mempertimbangkan berbagai aspek, antara lain kesesuaian tema dan penguatan karakter, kualitas alur cerita, hasil penerjemahan, ketepatan penggunaan bahasa, kesesuaian dengan karakteristik pembaca anak usia dini, kualitas ilustrasi, hingga penyajian akhir naskah.

Proses kurasi melibatkan tiga kurator, yaitu Heru Kurniawan, Triman Laksana, dan Arif Rianto, yang menelaah setiap naskah secara mendalam. Tidak hanya menilai kualitas cerita dan ilustrasi, para kurator juga memberikan perhatian khusus pada keberagaman dialek bahasa Jawa yang digunakan para penulis. Pertimbangan tersebut dilakukan untuk memastikan bahwa karya-karya terpilih tidak sekadar memiliki mutu yang baik, tetapi juga mampu merepresentasikan kekayaan ragam bahasa Jawa yang hidup dan berkembang di berbagai wilayah Jawa Tengah.

“Keberagaman dialek menjadi salah satu aspek penting yang kami perhatikan. Kami ingin buku-buku yang diterbitkan tidak hanya berkualitas, tetapi juga mencerminkan kekayaan bahasa Jawa yang dimiliki masyarakat di berbagai daerah,” ujar Heru.

Setelah melalui serangkaian penilaian dan pembahasan yang mendalam, para kurator menetapkan 58 naskah terbaik yang dinilai layak untuk diterbitkan. Karya-karya tersebut mengangkat beragam tema yang dekat dengan keseharian anak, mulai dari kehidupan keluarga, lingkungan sekitar, permainan, budaya, dan alam, hingga pengenalan pengetahuan sederhana yang dikemas dengan bahasa yang menarik, mudah dipahami, dan disesuaikan dengan tahap perkembangan usia pembaca.

Kepala Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah, Dwi Laily Sukmawati, S.Pd., M.Hum., menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah berpartisipasi dalam lomba tersebut. Menurutnya, lahirnya ratusan karya ini menjadi bukti bahwa semangat berkarya menggunakan bahasa daerah masih tumbuh dan terus berkembang di tengah masyarakat.

“Kami mengapresiasi seluruh peserta yang telah berkontribusi melalui karya-karya terbaiknya. Antusiasme yang ditunjukkan menunjukkan bahwa bahasa Jawa masih memiliki ruang yang kuat untuk terus hidup dan berkembang di tengah masyarakat,” ujarnya.

Ia berharap penerbitan buku-buku hasil lomba ini tidak hanya memperkaya khazanah bacaan anak, tetapi juga menjadi sarana yang efektif untuk menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap bahasa dan budaya Jawa sejak usia dini.

“Lebih dari sekadar menghadirkan bahan bacaan baru, kami berharap buku-buku ini menjadi jembatan yang menghubungkan anak-anak dengan bahasa dan budaya Jawa melalui cerita-cerita yang dekat dengan kehidupan mereka sehari-hari. Dengan demikian, bahasa Jawa dapat terus hidup, berkembang, dan diwariskan kepada generasi penerus,” tambahnya.

Adapun 58 naskah terpilih beserta nama penulisnya tersebut adalah sebagai berikut.

  1. Ayang-Ayang Ilang— Aan Wulandari Usman
  2. Jejibahan Anyar Toktok— Titis Arumingtyas
  3. Cacing Cilik Nggolet Batir— Yuli Kismawati
  4. Payung Godhong Tales— Latif Nur Janah
  5. Kok Ora Muni?— Dwi Astutik
  6. Tapak Apa Iki?— Aan Wulandari Usman
  7. Ngusungi Kroto— Arrum Lestariningsih
  8. Prau Kertas Yuwa— Mulasih Tary
  9. Wenehi Warna Apa, ya?— Mulasih Tary
  10. Barongan Cilik— Ahmad Djamal
  11. Hmm, Apa Kuwi Biyungku?— Arrum Lestariningsih
  12. Ba!— Siti Nurjannah
  13. Dadi Werna Apa?— Reni Diyah Hastiti
  14. Mubeng-Mubeng— Azidania Rifa’atul Khasanah
  15. Bengi Wis Teka— Nur ‘Aini Rahmawati
  16. Kaka lan Kiki— Dewinta Ambarwati
  17. Woooi, Aku Teka!— Arrum Lestariningsih
  18. Lora Luru Angin— Dwi Astutik
  19. Balon Kanggo Seno— Aya Sofia
  20. Crita Embun— Suyitman
  21. Jembatan Semut— Zahrotul Janah
  22. Klambine Monue Urung Garing— Rokhmat
  23. Byur! Bal Bena Ngambang— Mulasih Tary
  24. Fifi Lali…— Santi Arum Pertiwi
  25. Ireng Wegah Mulih— Anisah Sholichah
  26. Suru Anyar— Muzakki Bashori
  27. Ups, Inyong Kewenangan!— Novi Latifuraini
  28. Caca Mrica— Evy Sofia
  29. Es Dawet Ayu Durian— Wafa Aerin
  30. Jus Werna-Wernine Weni— Tusiana Noor Alfi
  31. Sega Apa?— Fransisca Emilia
  32. Bili lan Plembungan— Novi Eka Nurrohma
  33. Dudu Samubarang Prosotan— Evy Sofia
  34. .. Kleler…— Ima Kusumawati
  35. Mlungker— Fransisca Emilia
  36. Montor Apa Iku?— Aan Wulandari Usman
  37. Raka Bisa Mabur— Muhiban
  38. Aksi Momo— Dawud Achroni
  39. Apa Iki Iwak?— Titis Arumingtyas
  40. Uh, Panas!— Qoni’ah
  41. Banyu Saka Langit— Aya Sofia
  42. Hore, Bisa Murup!— Qoni’ah
  43. Pakete Pak Badak— Fajriatun Nurhidayati
  44. Rewang Apa, Ya?— Fajriatun Nurhidayati
  45. Luncuran Apel Bimo— Pratiwi Eka Putri
  46. Banyu Nggolek Dalan— Sekar Setyaningrum
  47. Klik-Klik-Klik— Pragata Okti Andarini
  48. Mahkota Urip— Liani Jumiat Asri
  49. Tong! Tung! Deng!— Suyitman
  50. Praune Ranu— Hanamar Sekar Kinanthi
  51. Tugel Apa Ora?— Dwi Widandari Kusuma Maheswari
  52. Adhuh, Isih Panas!— Norrattri
  53. Panen Carica— Muhammad Fauzi
  54. Aku lan Ayang-ayangku— Sinung Sri Hartati
  55. Aku lan Robi— Novi Eka Nurrohma
  56. Endhog Apa Kie, ya?— Alfiana Nur Aeni
  57. Kepriwe Carane?— Sri Bandiyah
  58. Gemblong Gawe Bombong— Ana Oshibana (Siti Rokhanah)

Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah mengucapkan selamat kepada para penulis yang karyanya berhasil terpilih dan akan segera diterbitkan. Penerbitan 58 buku cerita anak dwibahasa ini diharapkan dapat memperkaya khazanah bacaan anak yang menarik, edukatif, dan relevan dengan kehidupan mereka sehari-hari. Buku-buku tersebut juga menjadi sarana untuk mengenalkan, menumbuhkan kecintaan, dan mewariskan bahasa serta budaya Jawa kepada anak-anak sejak dini. [emr/umi/aas]

 

 

 

Penyunting: Umi Farida


Share link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to top