Sebanyak 10.000 Peserta Siap Ikuti UKBI Adaptif Serentak Se-Jawa Tengah dalam Rangka Bulan Bahasa dan Sastra 2025
Afritta Dwi Martyawati, Drohi Abdul Cholik

Kabupaten Semarang, balaibahasajateng.kemendikdasmen.go.id—Dalam rangka Bulan Bahasa dan Sastra 2025, Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah (BBP Jateng) menyelenggarakan Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) Adaptif Serentak Se-Jawa Tengah yang siap diikuti oleh 10.000 peserta. Pembukaan UKBI Adaptif Serentak tersebut dilaksanakan di SMK Negeri 1 Bawen, Kabupaten Semarang secara luring, pada Rabu, 22 Oktober 2025 dan diikuti secara daring oleh satuan pendidikan perwakilan dari 35 kabupaten/kota se-Jawa Tengah. Hadir pada pembukaan kegiatan tersebut, Kepala SMK Negeri 1 Bawen, Nana Mulyana, S.P., M.Si.; Koordinator Tim Kerja Pembinaan Bahasa dan Sastra Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah, Ika Inayati, S.S., M.Li.; guru pendamping, dan peserta uji, baik secara luring maupun daring.
Mewakili Kepala BBP Jawa Tengah, Dwi Laily Sukmawati, S.Pd., M.Hum., Ika Inayati menyampaikan menyampaikan apresiasi kepada SMK Negeri 1 Bawen yang telah bekerja sama dalam kegiatan tersebut. Ika mengatakan bahwa UKBI bermanfaat bagi siswa karena sertifikatnya dapat menjadi nilai tambah untuk portofolio pendidikan dan karier setelah lulus.
“UKBI Adaptif tidak hanya sebagai alat ukur kemahiran berbahasa Indonesia, tetapi juga merupakan sarana untuk menumbuhkan kecintaan dan kebanggan terhadap bahasa persatuan. Melalui kegiatan serentak ini, kami ingin menunjukkan bahwa kemampuan berbahasa Indonesia merupakan kompetensi penting di era global,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala SMK Negeri 1 Bawen, Nana Mulyana, menyampaikan terima kasih kepada Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah atas pelaksanaan UKBI Adaptif Serentak tersebut. Nana menyatakan bahwa sejak 2021 SMK Negeri 1 Bawen telah menjadikan UKBI sebagai program literasi yang dilaksanakan secara rutin. Program UKBI ini mengantarkan SMK Negeri 1 Bawen menjadi salah satu sekolah terbaik penerima Apresiasi Giat UKBI Adaptif Tahun 2021.
Nana memberikan motivasi kepada para siswa agar mengikuti tes UKBI dengan sungguh-sungguh sehingga memperoleh hasil optimal dan memberikan semangat untuk meningkatkan kepercayaan diri dalam berbahasa Indonesia.
“Saya berharap para siswa makin bersemangat dalam berliterasi dan mampu menggunakan bahasa Indonesia secara baik dan benar. Mari ikuti UKBI ini dengan sebaik-baiknya agar mendapatkan hasil yang terbaik,”ujar Nana.
Setelah pembukaan UKBI Adaptif Serentak terlaksana, dilanjutkan pendampingan tes UKBI Adaptif Serentak se-Jawa Tengah secara luring di SMK Negeri 1 Bawen yang diikuti 107 peserta dan pendampingan daring melalui Zoom bagi peserta UKBI yang berasal dari satuan pendidikan perwakilan dari 35 kabupaten/kota se-Jawa Tengah, yaitu SMP Negeri 2 Semarang, SMP Negeri 1 Bawen, SMP Muhammadiyah Plus Kota Salatiga, SMP Islam Internasional Al Abidin Boyolali, SMP Negeri 1 Surakarta, SMP Negeri 1 Karanganyar, SMP Negeri 1 Sragen, SMP Negeri 1 Sukoharjo, SMP Negeri 2 Wonogiri, SMP Negeri 1 Gantiwarno Klaten, SMP Negeri 1 Kota Magelang, SMP Negeri 1 Srumbung Kabupaten Magelang, SMP Negeri 4 Purworejo, SMP Negeri 2 Kebumen, SMP Negeri 1 Cilacap, SMP Negeri 2 Purwokerto Banyumas, SMP Negeri 1 Kalimanah Purbalingga, SMP Negeri 1 Banjarnegara, SMP Negeri 1 Kertek Wonosobo, SMP Negeri 2 Temanggung, SMP Negeri 1 Kendal, SMP Negeri 3 Batang, SMP Negeri 14 Kota Pekalongan, SMP Negeri 1 Sragi Kabupaten Pekalongan, SMP Negeri 1 Moga Pemalang, SMP Negeri 1 Kota Tegal, SMP Negeri 2 Tarub Kabupaten Tegal, SMP Negeri 2 Brebes, SMP Negeri 3 Demak, SMP Negeri 1 Jepara, SMP Negeri 1 Kudus, SMP Negeri 1 Tayu Pati, SMP Negeri 1 Rembang, SMP Negeri 2 Blora, dan SMP Negeri 1 Tegowanu Grobogan.
UKBI Adaptif Serentak se-Jawa Tengah dalam Rangka Bulan Bahasa dan Sastra 2025 ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan kebanggaan masyarakat terhadap penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar, sekaligus mengukur kemahiran berbahasa Indonesia secara objektif dan terstandar. Melalui UKBI Adaptif Serentak yang siap diikuti oleh 10.000 peserta ini, diharapkan dapat memperkuat posisi bahasa Indonesia sebagai bahasa pemersatu bangsa sekaligus mendorong peningkatan mutu literasi kebahasaan di masyarakat. Semoga semangat Bulan Bahasa dan Sastra 2025 menjadi momentum bagi kita semua untuk terus mengutamakan bahasa Indonesia, melestarikan bahasa daerah, dan menguasai bahasa asing. [afr/dro/sun]
Editor: Sunarti
