Kenalkan Senarai Istilah Budaya Jawa kepada Siswa, Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah Laksanakan Kamus Masuk Sekolah
Agus Sudono, Tri Yulia Nurhalimah, Ayu Intan Harisbaya

Kota Semarang, balaibahasa.kemendikdasmen.go.id—Untuk mengenalkan Senarai Istilah Budaya Jawa (Sibaja) kepada siswa, baik jenjang SD, SMP, maupun SMA, Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah (BBP Jateng) melakukan sosialisasi pemanfaatan Sibaja melalui Kamus Masuk Sekolah.
Sibaja bukan hanya produk leksikografi, melainkan sarana pelestarian dan pelindungan bahasa daerah melalui jalur pendidikan. Ke depan, Sibaja diharapkan mampu diintegrasikan ke dalam kurikulum bahasa daerah (Bahasa Jawa) di Jawa Tengah.
Hal itu dikatakan Kepala Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah, Dwi Laily Sukmawati, S.Pd., M.Hum., dalam kegiatan Kamus Masuk Sekolah yang mengenalkan Sibaja kepada 52 siswa di SMA Negeri 5 Semarang pada Rabu, 10 September 2025.
Sebagai produk leksikolgrafi, lanjut Laily, Sibaja dilengkapi dengan beragam modul dan lembar kerja siswa (LKS) yang disusun berdasarkan kurikulum jenjang SD, SMP, dan SMA. Tujuannya adalah mendukung proses pembelajaran Bahasa Jawa yang lebih interaktif.
Laily menambahkan bahwa melalui kegiatan pemonitoran dan evaluasi Sibaja, Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah berharap dapat memperoleh gambaran menyeluruh mengenai keefektifan pemanfaatan Sibaja dalam pembelajaran Bahasa Jawa.
“Hasil evaluasi akan menjadi dasar pengembangan modul dan LKS yang lebih komprehensif, kontekstual, dan sesuai dengan perkembangan pembelajaran Bahasa Jawa di sekolah. Kami ingin memastikan bahwa Sibaja benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya generasi muda, melalui sekolah-sekolah,” kata Laily dalam sambutannya di SMAN 5 Semarang (10/9/2025).
Beberapa siswa, antara lain, Widya, Tania, dan Naya, antusias bertanya tentang Sibaja. Mereka menanyakan dari mana munculnya ide Sibaja, bagaimana jika ada masalah, tetapi tidak bisa mengakses Sibaja, bahkan siswa itu mengusulkan penambahan fitur fitur di Sibaja yang bisa langsung menemukan istilah ketika pengguna memunculkan gambar.
Narasumber, Kahar Dwi Prihantono, S.S., M.S., pekamus yang juga penerjemah di Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah, menjawab semua pertanyaan siswa-siswa itu. Menurut Kahar, Sibaja lahir dari keprihatinan bersama akan menurunnya kemampuan generasi muda dalam berbahasa Jawa.
“Untuk pelestarian dan pelindungan bahasa Jawa, Sibaja menjadi dokumentasi digital yang sangat penting,” ujarnya.
Sebelumnya, Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah melalui Tim Kerja Perkamusan dan Peristilahan juga melaksanakan kegiatan dengan tajuk yang sama, Kamus Masuk Sekolah: Monitoring dan Evaluasi Senarai Istilah Budaya Jawa (Sibaja), di SMP Negeri 1 Semarang pada 9 September 2025 dan SD Muhammadiyah (Plus) Kota Salatiga pada 8 September 2025
Sejumlah siswa dari SMP Negeri 1 Semarang menyampaikan bahwa keberadaan LKS Sibaja sangat membantu mereka memahami kosakata dan istilah budaya Jawa yang sebelumnya tidak dikenalnya.
“Menurut saya, Sibaja sangat membantu dalam belajar bahasa Jawa,” tutur Dzaki, siswa kelas VII SMP Negeri 1 Semarang.
Senada dengan siswa, guru Bahasa Jawa SMP Negeri 1 Semarang, Eli, juga memberikan apresiasi positif terhadap implementasi Sibaja dalam pembelajaran.
“Kami di SMP Negeri 1 Semarang sudah memanfaatkan Sibaja sebagai media pembelajaran. Menurut saya, Sibaja sangat bermanfaat dan fleksibel karena bisa diakses kapan pun dan di mana pun,” ungkapnya.
Hal yang sama diungkapkan Guru Bahasa Jawa di SD Muhammadiyah (Plus) Kota Salatiga, Ida. Dia mengatakan bahwa siswa tampak antusias mengikuti pembelajaran dengan menggunakan LKS Sibaja.
“Saya berharap, Sibaja terus  menambah kosakata baru sehingga makin banyak ,” tuturnya.
Lebih lanjut, Ida mengatakan bahwa hasil sementara menunjukkan bahwa penggunaan LKS Sibaja mampu meningkatkan pengetahuan siswa dalam mengenal istilah budaya Jawa. Selain itu, Sibaja memperkaya kosakata bahasa Jawa dalam konteks kehidupan sehari-hari. [asa/joel/hrb/sun/aas]
Penyunting: Sunarti
