Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah Laksanakan Pemonitoran dan Evaluasi Kamus Masuk Sekolah di SD Muhammadiyah (Plus) Kota Salatiga

Share link

Ayu Intan Harisbaya

Kota Salatiga, balaibahasajateng.kemendikdasmen.go.id—Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah melalui Tim Kerja Perkamusan dan Peristilahan melaksanakan kegiatan Kamus Masuk Sekolah: Pemonitoran dan Evaluasi Implementasi LKS Sibaja di SD Muhammadiyah (Plus) Kota Salatiga pada Senin, 8 September 2025. Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengembangan literasi kebahasaan dan peristilahan daerah yang digagas untuk memperkuat pemahaman siswa terhadap kekayaan bahasa dan budaya Jawa.

Program Kamus Masuk Sekolah bertujuan memperkenalkan, menanamkan, sekaligus mengembangkan kecintaan generasi muda terhadap bahasa daerah, khususnya melalui modul, lembar kerja siswa (LKS), dan laman Senarai Istilah Budaya Jawa (Sibaja). Dalam kegiatan tersebut, tim Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah melakukan pemantauan langsung terhadap implementasi LKS di kelas V SD, sekaligus berdiskusi dengan guru, siswa, dan kepala sekolah mengenai seberapa efektif materi tersebut dapat mendukung proses belajar mengajar.

Selama kegiatan berlangsung, siswa tampak antusias mengikuti pembelajaran dengan menggunakan LKS Sibaja. Guru pun menyampaikan pengalaman mereka dalam mengintegrasikan materi Sibaja ke dalam kurikulum, terutama dalam mata pelajaran muatan lokal maupun kegiatan literasi sekolah.

“Harapannya, Sibaja dapat menambah lebih banyak kosakata baru,” ungkap Ibu Ida, guru Bahasa Jawa di SD Muhammadiyah (Plus) Kota Salatiga.

Ibu Ida mengatakan bahwa hasil sementara menunjukkan bahwa penggunaan LKS Sibaja mampu meningkatkan keterlibatan siswa dalam mengenal istilah budaya Jawa serta memperkaya kosakata mereka dalam konteks sehari-hari.

Kegiatan di SD Muhammadiyah (Plus) Kota Salatiga tersebut juga menjadi salah satu rangkaian upaya Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah dalam memperluas penerapan program Kamus Masuk Sekolah ke berbagai daerah di Jawa Tengah. Diharapkan, ke depan semakin banyak sekolah yang dapat mengintegrasikan Sibaja ke dalam pembelajaran, sehingga bahasa dan budaya Jawa tetap lestari di tengah arus globalisasi. [hrb/asa/aas]

 

Penyunting: Agus Sudono


Share link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to top