Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah Gelar Sanggar Penerjemahan Cerita Anak Dwibahasa Jawa-Indonesia

Share link

Drohi Abdul Cholik

Kabupaten Semarang, balaibahasajateng.kemendikdasmen.go.id—Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah menyelenggarakan Sanggar Penerjemahan Cerita Anak Dwibahasa Jawa–Indonesia di Aula Cipto Mangunkusumo pada Selasa, 16 September 2025. Acara yang mengangkat tema “Evaluasi Penulisan dan Penerjemahan Cerita Anak Dwibahasa Jawa–Indonesia” ini diikuti 57 peserta, yang terdiri atas penulis, penerjemah, dan ilustrator cerita anak dari berbagai daerah di Jawa Tengah.

Kepala Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah, Dwi Laily Sukmawati, S.Pd., M.Hum., memberikan apresiasi kepada para peserta. Dalam sambutannya, Laily memuji antusiasme peserta yang telah aktif mendukung program penulisan cerita anak dwibahasa Jawa–Indonesia yang diselenggarakan oleh Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah sejak tahun 2022.

“Sanggar penerjemahan ini menjadi wadah penting, tidak hanya untuk memberikan apresiasi terhadap penulisan dan penerjemahan cerita anak, tetapi juga yang dirancang untuk mengembangkan minat dan bakat. Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah berharap kegiatan ini bisa menjadi sarana bagi para peserta untuk terus berkarya dan berkolaborasi,” ujar Laily dalam sambutannya saat membuka acara di Aula Cipto Mangunkusumo pada Selasa, 16 September 2025.

Laily mengatakan bahwa melalui kegiatan sanggar penerjemahan itu, para peserta diharapkan dapat menghasilkan karya buku cerita anak dwibahasa yang lebih baik. Karya tersebut tidak hanya harus berakar pada budaya lokal, tetapi juga dekat dengan dunia anak yang mengangkat cerita berbasis STEM (science, technology, engineering, mathematics) yang relevan dengan perkembangan zaman.

“Selain itu, diharapkan cerita-cerita yang dihasilkan dapat menanamkan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat dengan delapan karakter yaitu, religius, bermoral, sehat, cerdas, kreatif, kerja keras, displin, dan bermanfaat,” jelasnya.

Untuk memperkaya wawasan peserta, sanggar penerjemahan tersebut menghadirkan Dr. Heru Kurniawan, dosen Universitas Islam Negeri Profesor K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto sekaligus pendiri Rumah Kreatif Wadas Kelir (RKWK).

Heru mengatakan bahwa Sanggar Penerjemahan ini menjadi wadah bimbingan bagi para peserta seleksi buku cerita anak Jawa–Indonesia, bukan sekadar acara pelatihan. Dari acara tersebut, peserta lebih memahami tema, karakter, penjenjangan, dan informasi teknis lain yang telah ditetapkan oleh Pusat Pemberdayaan Bahasa, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa.

Selain itu, lanjut Heru, kegiatan tersebut dapat mempererat jalinan komunikasi antara penulis, penerjemah, dan ilustrator dengan Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah.

“Dengan adanya wadah bimbingan dan pelatihan yang rutin diselenggarakan ini, komunitas kreatif semakin solid dan mampu menghasilkan buku cerita anak dwibahasa terbaik. Sanggar Penerjemahan Cerita Anak Dwibahasa ini juga menjadi ajang berkarya bersama sekaligus persiapan bagi para peserta untuk menghadapi seleksi buku cerita anak pada tahun 2026,” tambahnya. [dac/asa/aas]

 

Penyunting: Agus Sudono


Share link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to top