Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah Laksanakan Inventarisasi Kosakata Budaya Jawa di Kabupaten Cilacap
Vintia Anggraini

Kabupaten Banyumas, balaibahasajateng.kemdikbud.go.id—Tim Kerja Perkamusan dan Peristilahan Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, melaksanakan “Inventarisasi Kosakata Budaya Jawa di Kabupaten Cilacap”. Pada kegiatan yang dilaksanakan pada 7—9 Mei 2025 ini, tim kerja menginventarisasi kosakata makanan dan permainan tradisional.
Pada hari pertama, tim kerja melakukan pengambilan data kosakata makanan tradisional di Desa Tritih Kulon dan Desa Mertasinga, Kecamatan Cilacap Utara. Tim kerja menggali data kosakata yang berkaitan dengan penganan tradisional dan bahan makanan tradisional di kedua desa tersebut.
“Tim kerja melakukan inventarisasi kosakata makanan dan permainan tradisional ini dengan tujuan untuk memperkaya entri Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) dan kamus digital Senarai Istilah Jawa. Selain itu, kosakata yang terinventarisasi juga akan dimasukkan sebagai produk leksikografi yang baru, yaitu berupa glosarium makanan dan permainan tradisional dalam dialek Banyumasan. Produk-produk tersebut diharapkan dapat mempermudah siswa atau masyarakat umum untuk mempelajari kosakata budaya Jawa,” ujar Koordinator Tim Kerja Perkamusan dan Peristilahan, Ema Rahardian, S.S., M.Hum.
Pada hari kedua, tim kerja melakukan pengambilan data kosakata makanan dan permainan tradisional di Desa Sidanegara, Kecamatan Cilacap Tengah dan Desa Rawawuni, Kecamatan Kasugihan. Tim kerja bekerja sama dengan SD Negeri 4 Sidanegara dalam melakukan pengambilan data kosakata makanan dan permainan tradisional di Desa Sidanegara. Tim kerja disambut baik oleh Kepala SD Negeri 4 Sidanegara, Karmiyah, S.Pd.
“Memang inventarisasi kosakata makanan dan permainan tradisional ini perlu dilakukan agar budaya Jawa tetap lestari. Kasihan anak-anak sekarang yang jarang bermain dengan teman-temannya menggunakan permainan tradisional sehingga badan mereka kurang bergerak. Itu berbeda dengan zaman dahulu,” ucap Karmiyah.
Pada hari ketiga, tim kerja melakukan pengambilan data kosakata makanan dan permainan tradisional di Desa Adipala, Kecamatan Adipala. Terdapat beberapa kosakata makanan tradisional unik yang ditemukan dalam kegiatan inventarisasi ini, di antaranya, leper, yaitu kerupuk yang terbuat dari nasi ditumbuk, dipipihkan, lalu dikeringkan; canthor, yaitu kerupuk berbahan dasar singkong, berbentuk bulat pipih, tengahnya berlubang, biasanya diikat dengan tali bambu; dan kaprok, yaitu sayur berbahan dasar bayam atau lembayung, dimasak dengan parutan kelapa muda berbumbu. [vin/sun/aas]
Penyunting: Sunarti
