Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah Gelar Kemah Penerjemahan Cerita Anak

Share link

Tri Yulia Nurhalimah

Kabupaten Semarang, balaibahasajateng.kemdikbud.go.id—Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, mengadakan kegiatan kemah bertajuk Penulisan dan Penerjemahan Cerita Anak Jawa-Indonesia Bergambar Jenjang C. Kegiatan ini berlangsung pada 20–21 November 2024 di Umbul Sidomukti, Bandungan, Kabupaten Semarang yang diikuti oleh seratus peserta.

Kepala Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah, Dr. Syarifuddin, M.Hum., dalam sambutannya menyatakan, “Kegiatan ini dapat menjadi sarana untuk mengakomodasi komunitas penulis cerita anak dan menghidupkan budaya literasi di daerah. Bahan bacaan yang dihasilkan dapat digunakan sebagai bahan literasi untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Selanjutnya, hasilnya dapat dimanfaatkan dan didistribusikan sebagai bahan bacaan yang memperkenalkan budaya daerah. Selain itu, bahan bacaan ini juga diharapkan dapat digunakan untuk memperkuat penggunaan bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional dan internasional.”

Sementara itu, ketua panitia kegiatan, Kahar Dwi Prihantono, M.S., menyatakan bahwa kegiatan kemah penerjemahan ini bertujuan mendiseminasikan kepakaran penulisan dan penerjemahan cerita anak. Kegiatan tersebut sekaligus dilakukan untuk mempersiapkan produk cerita anak Jawa—Indonesia tahun 2025 jenjang C, yaitu pembaca semenjana. Kemah Penulisan dan Penerjemahan Cerita Anak ini juga dimaksudkan untuk menguatkan jejaring komunitas penulis dan penerjemah di Jawa Tengah.

“Peserta yang terlibat dalam kegiatan ini adalah anggota komunitas yang telah menghasilkan cerita anak dan lolos seleksi pada tahun 2024; anggota komunitas yang sudah menghasilkan cernak, tetapi belum lolos seleksi pada 2024; serta anggota komunitas yang berpeluang untuk mengikuti seleksi. Selain itu, juga dihadiri oleh perwakilan Dewan Kesenian Provinsi Jawa Tengah & Pusat Perbukuan yang berbagi saran tentang kepenulisan buku,”  ujar Kahar.

Kahar menambahkan bahwa narasumber dalam kegiatan Kemah Penerjemahan tersebut terdiri atas akademisi, penerjemah, dan praktisi. Narasumber pertama adalah Dr. Heru Kurniawan yang merupakan dosen di Universitas Islam Negeri Profesor Kiai Haji Saifuddin Zuhri, Purwokerto sekaligus peneliti dan praktisi cerita anak, serta pembina Komunitas Wadaskelir. Narasumber kedua adalah Arih Numboro yang merupakan penulis yang juga pakar bahasa Jawa dan pengelola laman sastra.org. Narasumber ketiga adalah Ginung Yogiswastiko yang merupakan penulis, penyunting, pengatak, dan penerjemah. Adapun narasumber keempat adalah Arrum Lestariningsih, ilustrator sekaligus penulis buku cerita anak. [tyn/umi/aas]

 

 

Penyunting: Umi Farida


Share link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to top