Duta Bahasa Jawa Tengah Tingkatkan Literasi Anak Tunanetra di SLB A YKAB Surakarta
Gemilang Dani Saputra

Kota Surakarta, balaibahasajateng.kemdikbud.go.id—Gemilang Dani Saputra dan Olivia Firdaus melaksanakan rangkaian kegiatan implementasi tahap kedua krida Bersajak di SLB A YKAB Surakarta, pada Jumat, 2 Agustus 2024. Kegiatan ini juga dihadiri oleh Jey sebagai wakil Duta Bahasa Provinsi Jawa Tengah angkatan 2024, delapan orang wakil dari Himpunan Mahasiswa Ilmu Lingkungan UNS, dan enam siswa SLB A YKAB Surakarta yang memiliki keterbatasan penglihatan.
Implementasi krida Bersajak tahap pertama telah dilaksanakan di SLBN Surakarta. Untuk tahap kedua, SLB A YKAB Surakarta dipilih menjadi tempat implementasi karena sekolah tersebut merupakan SLB yang dominan menerima siswa tunanetra walaupun tidak menutup kemungkinan tetap menerima siswa berkebutuhan khusus lain yang dapat mereka akomodasi.
“Kami melakukan implementasi kedua ini dengan beberapa evaluasi dari pelaksanaan yang pertama di SLBN Surakarta kemarin. Implementasi kedua ini berjalan lebih kondusif jika dibandingkan dengan sebelumnya,” ungkap Dani.
Dani dan Oliv tetap membawa harapan besar yang sama dengan pelaksanaan implementasi sebelumnya. Mereka berharap kegiatan ini dapat memberikan dampak positif bagi anak-anak tunanetra di SLB A YKAB Surakarta.
“Tujuan kami masih tetap sama. Kami akan selalu berusaha untuk meningkatkan literasi dan karakter cinta lingkungan untuk anak-anak tunanetra,” imbuh Oliv.
Hal ini ditegaskan pula oleh Ibu Nanda, guru SLB A YKAB Surakarta yang menyatakan bahwa kegiatan ini sangat positif. Anak-anak mendapat cara baru untuk meningkatkan kemampuan literasi dan karakter cinta lingkungan mereka.
“Ini sebuah inovasi yang sangat bagus. Kami juga siap untuk menggunakan laman ini sebagai salah satu media pembelajaran di sekolah kami,” kata Nanda.
Dani dan Oliv akan terus melaksanakan implementasi Bersajak sebagai upaya peningkatan literasi dan karakter cinta lingkungan untuk anak-anak tunanetra. Mereka mempunyai prinsip bahwa Bersajak harus dapat menjadi media inklusif yang bermanfaat bagi masyarakat luas. [gds/cas/aas]
Penyunting: Citra Aniendita Sari
