Bekali Mahasiswa Magang, Kepala Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah Gelar Kuliah Umum
Alya Haura Puteri, Ardhini Wahyu Wulan, Bara Kukuh Pribadi, Muhamad Ramadhan, Rossi Nugroho *) dan Arvynda P.

Kabupaten Semarang, balaibahasajateng.kemdikbud.go.id—Kuliah umum yang diadakan di Aula Ki Hajar Dewantara bersama Kepala Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah, Dr. Syarifuddin, diikuti oleh 43 mahasiswa magang yang berasal dari Universitas Diponegoro (Undip), Universitas Sebelas Maret (UNS), dan Universitas Negeri Semarang (Unnes).
Dalam sambutannya, Dr. Syarifuddin menyampaikan ucapan selamat datang kepada para mahasiswa yang magang di Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah. Selain itu, ia menjelaskan kuliah umum ini memiliki tujuan utama yaitu untuk memberikan pemahaman mendalam mengenai literasi dan linguistik sebagai bagian dari program Balai Bahasa dalam pengembangan bahasa Indonesia.
Dr. Syarifuddin juga berbagi kisah perjalanannya dari masa kecil hingga mencapai posisi sebagai Kepala Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah untuk memberikan inspirasi dan motivasi kepada para peserta.
Dalam pemaparannya, Dr. Syarifuddin menjelaskan tiga asas utama yang menjadi dasar kerja Balai Bahasa, yaitu pelindungan, pengembangan, dan pembinaan. Asas-asas ini sejalan dengan tiga program prioritas Badan Bahasa, yaitu literasi kebahasaan dan kesastraan, pelindungan bahasa dan sastra, dan internasionalisasi bahasa Indonesia.
“Arah kebijakan berpayung pada pelindungan, yakni menjaga bahasa dan sastra (bahasa Indonesia dan bahasa daerah). Pengembangan, yaitu memodernkan bahasa dan sastra daerah atau Indonesia serta terdapat pengkajian dan pembinaan yang berfokus pada bahasa dan sastra. Pembinaan, yakni meningkatkan kualitas penggunaan bahasa dan menyosialisasikannya kepada masyarakat,” jelas Syarifuddin.
Selain itu, dijelaskan bahwa program prioritas berdasarkan pada tujuh Kelompok Kepakaran dan Layanan Profesional (KKLP). Salah satu program KKLP adalah literasi. “Literasi itu sebuah upaya untuk meningkatkan minat baca. Pada awalnya, literasi terkungkung hanya pada konsep dasarnya, yakni peningkatan minat baca. Pada perkembangannya, Kemdikbudristek mencoba mengembangkan bagaimana literasi tidak hanya terkungkung dalam bidang bahasa dan sastra, tetapi bagaimana di dalamnya ada fondasi, sains, teknologi, finansial, kewarganegaraan, dan kebudayaan,” terangnya.
Kegiatan ini ditutup dengan sesi foto bersama sebagai dokumentasi. Kuliah umum ini diharapkan dapat memberikan wawasan dan pengetahuan baru bagi para mahasiswa magang tentang pentingnya literasi dan linguistik dalam pengembangan bahasa Indonesia.
Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah terus berkomitmen untuk melaksanakan program-program yang mendukung pelindungan, pengembangan, dan pembinaan bahasa dan sastra Indonesia. [lya/din/bar/ram/nug/vyn/umi/aas]
*) mahasiswa FIB Undip yang saat ini magang di Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah
Penyunting: Umi Farida
