Month: February 2014

Saga dan Sage

oleh Sutarsih   Saga dan sage sepintas lalu adalah kata yang sama. Akan tetapi, setelah dicermati kedua kata tersebut berbeda dari segi penulisannya, yaitu terdapat perbedaan pada huruf vokal di akhir kedua kata tersebut. Namun, apakah perbedaan huruf vokal di akhir kata tersebut mengindikasikan bahwa kedua kata tersebut adalah dua kata yang sama ataukah kedua […]

Samakah Majas dengan Gaya Bahasa?

oleh Shintya   Untuk membuat karangan lebih hidup dan ekspresif, terutama dalam karya sastra, seorang penulis seringkali menggunakan majas. Selama ini banyak orang beranggapan bahwa majas bersinonim dengan gaya bahasa. Namun, sebenarnya majas merupakan salah satu bagian dari gaya bahasa. Menurut Harimurti Kridalaksana (Kamus Linguistik, 2008: 70), gaya bahasa (style) memiliki tiga pengertian,yakni: 1. pemanfaatan […]

Mana yang Benar, Teoritis atau Teoretis

oleh Sunarti   Penggunaan kata teoritis sering ditemukan dalam berbagai tulisan ilmiah, baik dalam buku, artikel lepas, artikel jurnal ilmiah, laporan penelitian, atau tulisan ilmiah lainnya. Kata tersebut lazim digunakan di berbagai bidang ilmu. Apakah kata yang lazim digunakan dalam tulisan selalu benar secara kaidah? Perhatikan kalimat berikut. 1.     Kerangka kerja teoritis merupakan dasar dari […]

Perbedaan Penerjemah dan Juru Bahasa

oleh Retno Hendrastuti   Penerjemahan dalam pengertian umum diartikan sebagai kegiatan pengalihan dari satu bahasa ke bahasa lain. Ada dua jenis profesi yang berkaitan dengan kegiatan pengalihbahasaan ini, yaitu penerjemah dan juru bahasa. Penerjemah berasal dari terjemahan istilah bahasa Inggris ‘translator’ dan juru bahasa berasal dari terjemahan istilah bahasa Inggris ‘interpreter’. Keduanya bertugas sebagai pengalih […]

Gubernur Jawa Tengah Menyambut Baik Kegiatan Penghargaan Tokoh dan Lembaga Pengguna Bahasa Indonesia Terbaik Tingkat Jawa Tengah yang Diselenggarakan oleh Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah

  Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah memberikan penghargaan kepada tokoh dan lembaga pengguna bahasa Indonesia terbaik tingkat Jawa Tengah tahun 2013. Penyerahan penghargaan tersebut diselenggarakan di Wisma Perdamaian, Semarang, Jawa Tengah pada 19 Desember 2013 pukul 19.30-21.30. Acara tersebut dihadiri oleh Gubernur Jawa Tengah, H. Ganjar Pranowo, S.H., Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Prof. […]

Pemakaian Kata Masing-masing dan Tiap-tiap

oleh Poetri Mardiana Sasti   Kita lebih sering mendengar frasa masing-masing orang daripada tiap-tiap orang. Apakah kata masing-masing dan tiap-tiap bisa saling menggantikan satu sama lain? Di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Edisi IV, kata masing-masing merupakan pronomina, yaitu kata ganti orang atau benda. Oleh karena itu, kata masing-masing tidak perlu diikuti kata benda […]

Sendawa dan Serdawa

oleh Umi Farida   Selama ini kita sangat akrab dengan kata sendawa, bahkan mungkin sering mengalaminya. Kata sendawa, antop, atau tahak dalam kehidupan sehari-hari digunakan untuk menyebut bunyi yang keluar dari kerongkongan, yang biasanya terjadi setelah makan atau meminum minuman bersoda (minuman berkarbonasi). Ada kalanya orang bersendawa karena perut kembung dan masuk angin. Dalam bahasa […]

Beberapa Aliran dalam Cerita Pendek

oleh Desi Ari Pressanti   Aliran dalam cerita pendek merupakan filosofi dasar yang menjadi ciri khas pengungkapan gagasan seorang pengarang. Berikut ini pengelompokan beberapa aliran dalam cerita pendek menurut Korrie Layun Rampan (Dasar-dasar Penulisan Cerita Pendek, 1995: 13—15). 1.   Realisme Aliran realis adalah aliran dalam cerita pendek yang menggambarkan keadaan seperti apa adanya. Aliran ini […]

Pemakaian Kata Peretas

oleh Emma Maemunah   Mengawali tahun 2013, dunia informatika dikejutkan oleh terbongkarnya kasus peretasan situs Presiden SBY. Masyarakat mungkin lebih mengenal istilah hacker daripada peretas. Peretas berasal dari kata dasar retas yang memiliki arti ‘sudah putus benang jahitannya’; ‘terbuka jahitannya’. Meretas berarti ‘memutuskan benang-benang pada jahitan’; ‘membuka (surat) dengan pisau’; ‘membedah atau membelah kulit (karung […]

Siaran Sinau Basa Jawa di RRI Semarang: Tata Nama dan Kepangkatan Prajurit Mataram dan Keraton Ngayogyakarta

Sejak kepemimpinan Sultan Agung, Kesultanan Mataram sudah memiliki tata nama dan kepangkatan keprajuritan. Tata nama dan kepangkatan keprajuritan tersebut terdapat pula di Keraton Ngayogyakarta meskipun ada beberapa perbedaan di antara keduanya. Hal ini diungkapkan oleh M. Fikri dan Shintya dari Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah pada 5 Februari 2014 pukul 19.30—20.00 dalam Siaran Sinau Basa […]

Scroll to top