Month: February 2014

Senonoh dan Seronok

oleh Sunarti   Kata senonoh  dan seronok dianggap berkonotasi negatif oleh sebagian penutur bahasa Indonesia. Pemaknaan negatif tersebut terjadi karena penutur bahasa Indonesia kurang atau tidak mengetahui arti sebenarnya kedua kata tersebut. Akibatnya, kata senonoh dan seronok dimaknai terbalik, sebagaimana pemaknaan terbalik terhadap kata acuh dan bergeming. Kata acuh yang berarti ‘peduli, mengindahkan’ diartikan terbalik […]

Pemakaian Kata Alumnus dan Alumni

oleh Tri Wahyuni Saya pernah mendapat pemberitahuan ajakan reuni dari teman-teman SMA di akun jejaring sosial saya. Di sana tertulis “IKATAN ALUMNUS SMAN 1 BOJA: KALAU KALIAN MERASA ALUMNUS SMAN 1 BOJA, GABUNG DONG!”. Membaca kata alumnus pada tulisan itu, saya teringat tentang kekeliruan pemilihan kata  alumni dan alumnus.  Selintas, perbedaan kata alumni dan alumnus […]

Warna Lokal dalam Cerpen Indonesia

oleh Enita Istriwati Istilah warna lokal berasal dari bahasa Inggris local colour atau bahasa Perancis couleur locale. Warna lokal berkaitan dengan latar cerita yang menggambarkan tempat (daerah tertentu), tradisi masyarakat, dialek, adat dan kebiasaan, dll. Warna lokal membuat cerpen menjadi lebih menarik dan hidup, serta melestarikan budaya daerah setempat. Kekuatan warna lokal akan lebih terlihat […]

Ekranisasi dan Alih Wahana

oleh Inni Inayati Istiana   Istilah ekranisasi mulai banyak dikenal orang seiring munculnya fenomena transformasi atau adaptasi karya sastra ke dalam bentuk film yang berkembang awal tahun 2000-an. Karya yang merupakan perwujudan transformasi  atau adaptasi ini, antara lain novel populer berjudul Ayat-Ayat Cinta (Republika, 2004) karya Habiburrahman El Shirazy yang difilmkan pada tahun 2007 dan […]

Kata Impi dan Mimpi

oleh Endro Nugroho W.A.   Kita tentu pernah mendengar impi dan mimpi, bukan? Sebenarnya manakah dari kedua kata tersebut yang dianggap benar? Atau, jika kedua kata tersebut dianggap benar, pertanyaan lainnya adalah apakah persamaan dan perbedaan keduanya? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, mari kita simak perilaku morfologis kedua kata tersebut. Kita awali dari kata impi. Di […]

Putih Langsat atau Kuning Langsat?

oleh Umi Farida   Beberapa waktu lalu kita sering mendengar ungkapan putih langsat. Ungkapan ini dijadikan slogan untuk rangkaian perawatan kecantikan sebuah produsen kosmetika terkenal di Indonesia. Jika ada ‘putih langsat’ dan ‘kuning langsat’, apakah ada ‘hitam langsat’, ‘hijau langsat’, ‘merah langsat’, dan ‘biru langsat’? Mari kita telisik lebih lanjut makna ungkapan putih langsat dan […]

Historisme, Historis, dan Historiografi dalam Cerpen

oleh Enita Istriwati       Istilah sastra, yakni historisme, historis, dan historiografi sekilas memiliki makna yang sama. Namun, ketiga istilah sastra tersebut sebenarnya berbeda. Istilah historisme mengacu pada teori yang menyatakan bahwa ide, norma, maupun perkembangan peristiwa dapat diterangkan dengan hukum perkembangan historis. Teori tersebut berkembang pada abad ke-19 dan memengaruhi sastra maupun kajian […]

Bentuk Baku dan Tidak Baku

oleh Agus Sudono   Berikut ini contoh kata dan frasa yang baku dan tidak baku dalam bahasa Indonesia. Bentuk Tidak Baku Bentuk Baku akir akerat aklak ambulan blokir capek diskripsi diantara ekstrim festifal fonim himbau, menghimbau hingar-bingar jenasah jendral kyai klimak komplek konggres kongkrit kurban (lalu lintas) mempengaruhi menterjemahkan mensukseskan fikir propinsi sastera satu persatu […]

Novel Jawa di Jawa Tengah pada Era Reformasi

oleh Kustri Sumiyardana   Reformasi merupakan tonggak kehidupan baru bangsa Indonesia. Di era tersebut lahir semangat kebebasan berpendapat dan berekspresi. Peristiwa reformasi juga berpengaruh terhadap sastra Jawa Modern, terutama novel. Berikut ini adalah novel Jawa yang terbit di Jawa Tengah pada periode 1998—2011.   Novel Lintang Panjer Rina (2002) karya Daniel Tito diterbitkan oleh Yayasan […]

Istilah Stretching, Rafting, Sleeping Bag, dan Tenda Dome dalam Bahasa Indonesia

oleh Sri Wahyuni   Pengaruh bahasa Inggris dalam bahasa Indonesia tidak dapat dihindari lagi pada era globalisasi ini. Hal ini berdampak pada penggunaan istilah asing yang berlebihan, termasuk istilah stretching, rafting, sleeping bag, dan tenda dome dalam bahasa Indonesia. Tentu saja ini bukan langkah dan sikap yang bijak dalam berbahasa. Sesuai dengan Pedoman Umum Pembentukan […]

Scroll to top